Kebebasan Berpikir dan Perubahan

consciousness-011
http://kingofwallpapers.com/consciousness/consciousness-011.jpg

Akhir-akhir ini begitu banyak kejadian di Indonesia yang membuat saya merenungi apakah sifat alami dari dunia ini. Banyak orang bertengkar karena perbedaan perspektif dalam beragama, terutama antara kaum konservatif dan kaum progresif.

Kaum konservatif vs Kaum progresif

Kaum konservatif merasa bahwa suatu kebenaran adalah abadi dan tidak dapat berubah. Mereka ini dianggap sebagai kaum yang terikat oleh dogma-dogma dan tidak berpikir bebas.  Di sisi lain, kaum progresif  merasa bahwa kebenaran itu dapat berubah-ubah, disesuaikan seiring perkembangan zaman. Kebebasan berpikir adalah poin utama yang mereka perjuangkan. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah benarkah bahwa kebenaran itu tidak dapat berubah seperti yang dikatakan kaum konservatif? Lalu, apakah kebebasan berpikir hanya dimiliki oleh sebagian orang yang dianggap sebagai kaum progresif?

Bila melihat sejarah perkembangan agama, saya berani menyimpulkan bahwa setiap kemunculan agama baru adalah hasil dari kebebasan berpikir, meskipun agama itu dianggap sebagai agama yang sangat konservatif. Setiap orang yang mempelopori suatu agama baru menggunakan kebebasan berpikir. Continue reading “Kebebasan Berpikir dan Perubahan”

Advertisements

Bahagia Tanpa Alasan

nature_the_man_is_between_heaven_and_earth_099403_
http://www.zastavki.com/pictures/originals/2015/Nature_The_man_is_between_heaven_and_earth_099403_.jpg

Biarkan Bahagia datang padamu seperti angin,

tak perlu kau cari sesuatu yang bisa membuatmu bahagia

karena saat sesuatu itu telah tiada di hidupmu,

kau merasa seakan Kebahagiaanmu itu lenyap.

Biarlah Bahagia datang dengan sendirinya,

cukup buka hatimu dan terima Dia apa adanya tanpa banyak bertanya.

Bukalah hatimu setiap saat dan Bahagia datang tiap waktu,

tak perlu suatu alasan untuk membuatmu Bahagia.

Nikmatilah dan berjalanlah dengan Kebahagiaan

karena sesungguhnya alasan suatu Kebahagiaan adalah hati yang Bahagia.

 

Volkspark, 19 Juli 2013

13:54

Dunia Apa Adanya

untitled
http://www.keblasuk.com/tree-of-life-wallpaper-full-hd-103/download-tree-of-life-wallpaper-full-hd-nxr/

Pada suatu malam, Tohir, seorang tukang becak, sedang nongkrong di warung kopi Mas Paijo. Setelah satu jam mengopi ditemani rokok Djarum Super, obrolan mereka pun masuk ke dalam sebuah topik yang cukup dalam, mengenai tujuan hidup manusia. Ketika itu tidak ada orang yang datang untuk naik becak karena memang sudah cukup larut malam.

„Jo, menurutmu apakah tujuan hidup kita? Anggap saja rentang usia manusia adalah 100 tahun. Sekitar seperempat waktu hidup manusia di awal, anggap saja hingga umur 30 tahun, digunakan untuk pendidikan formal. Tapi sayangnya bukan pendidikanlah yang mereka cari, mereka menginginkan ijazah untuk pekerjaan bergengsi dengan penghasilan yang tinggi. Kemudian mereka kembali menggunakan seperempat hidup mereka selanjutnya hingga umur 70 tahun untuk bekerja dan mencari uang. Dengan itulah status sosial mereka bisa terangkat, tidak seperti kita-kita ini yang begitu seret dalam keuangan. Apakah artinya tujuan hidup kita adalah uang?” tanya Tohir sambil kembali menyalakan batang rokoknya yang keenam di malam itu.

“Tentu bukan uang Hir tujuan hidup kita. Continue reading “Dunia Apa Adanya”

Kebenaran dan Perspektif

truetruthgraphic
https://btwndevilandsea.files.wordpress.com/2015/12/truetruthgraphic.jpg

Sebuah acara makan malam dihadiri oleh orang Jepang, orang Jerman, dan orang Indonesia. Melihat orang Jepang menggunakan sumpit untuk makan steak, datanglah orang Jerman kepadanya dan menunjukkan cara makan menggunakan pisau dan garpu. Kemudian menu berikutnya pun datang, yaitu mie ramen. Kini giliran orang Jepang mengajarkan si orang Jerman cara menggunakan sumpit. Ketika menu ketiga yaitu ikan mas berduri, kepiting, dan lalapan datang, mereka berdua bingung harus memakai pisau garpu atau sumpit. Orang Indonesia pun datang sebagai pahlawan dan menunjukkan bagaimana cara makan menggunakan tangan. Sambil tertawa dan bercanda, mereka menikmati proses makan itu hingga sama-sama mendapatkan perut yang kenyang.

Sesuai ilustrasi di atas, begitulah agama dan kepercayaan. Continue reading “Kebenaran dan Perspektif”

Pilihan Hidup Josreng, Si Anak Geng

6110998_20140408012559
http://s.kaskus.id/images/2014/04/08/6110998_20140408012559.jpg

Pertempuran akan dimulai. Lapangan luas itu telah dipadati. Kedua geng yang saling berhadapan bersiap dengan senjata masing-masing. Ada yang membawa balok kayu, beling pecahan botol bir bintang, bahkan ada pula yang membawa pisau. Belasan orang lainnya bersiap mengambil batu di tanah untuk dilemparkan. Terlihat pula leader kedua belah pihak yang sama-sama membawa sebilah belati….

Josreng, itulah nama yang dikenal. Nama julukan semenjak ia bergabung dengan Brigez.

Josreng mengenang kembali saat-saat ia pertama kali menginjakkan kakinya di SMAN 7 Bandung. Ia sudah mengetahui bahwa dari sekolah itulah terbentuk  satu geng motor ternama yang disebut Brigez, singkatan dari Brigadir Seven. Bahkan karena alasan itulah ia berniat melanjutkan pendidikannya di sana. Bagaimana tidak? Sudah lama ia mendambakan adanya pengakuan. Pengakuan dari mereka, mereka yang disebut teman. Bukan hanya itu, siapa pula yang tidak tertarik dengan kekuasaan dan ketenaran? Mungkin bila ia menjadi anggota Brigez semua itu mudah untuk didapatkan. Continue reading “Pilihan Hidup Josreng, Si Anak Geng”