God, do you really exist?

3977234307_3f1447afeb_b
https://c1.staticflickr.com/3/2631/3977234307_3f1447afeb_b.jpg

 

ʾašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh. wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh

Dua kalimat syahadat ini sungguh menggema di Masjid Raya Bandung. Tempat di mana orang-orang Bandung melepas penat dan sekedar berbelanja sedikit di sekitar alun-alun pusat kota itu.

“Alhamdullilah ya umat sekalian di bulan suci penuh berkah ini kita mendapat suatu anugerah dari Allah.  Johan kini sudah mualaf. Dia telah mendapat hidayah dan kembali ke jalan kebenaran Allah. Bagaimana ceritanya sehingga kamu bisa tertarik masuk Islam Johan?“ ujar Pak Ustadz Riziq kepada Johan yang baru saja ia islamkan.

“Sore itu adalah saat tarawih, saya sedang memikirkan suatu problem besar yang saya alami. Entah kenapa, ketika mendengar takbir Allahu Akbar, hati ini terasa bergetar. Saya mendadak ingin meneriakkan kalimat suci itu. Karena tak kuasa menahannya, saya pun dengan lantang meneriakkan kalimat itu di depan tetangga-tetangga saya yang muslim. Dan seketika masalah saya tak terasa sebagai beban lagi. Saya pun merasakan benar kebesaran Allah.

Ketika tidur, saya mendapat sebuah mimpi, di mana tulisan Allahu Akbar dalam bahasa Arab muncul  di atas langit senja. Saya tak pernah mempelajari bahasa Arab, apalagi membaca tulisannya. Tetapi entah mengapa saat dalam mimpi, seakan saya mengerti semua itu.

Dan mulai saat itulah saya mencoba berpuasa wajib menurut rukun Islam. Dan Alhamdullilah Allah secara langsung memanggil saya ke jalan kebenaran-Nya.”

——

Sementara itu, di sebuah Gereja Katedral yang tak jauh dari situ, seseorang baru saja menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya. Setelah dibaptis secara Katolik oleh Pastor Agustinus, Ahmad pun mengutarakan kesaksiannya.

“Saya tahu mungkin sekarang saya akan disebut seorang murtad. Tetapi panggilan inilah yang ada bersama saya, berjalan dalam terang Kristus. Ia hadir dan menjamah saya secara langsung ketika saya sedang sakit kronis. Telah 3 minggu lamanya saya berada di RS Santo Borromeus menjalani perawatan karena sakit kronis yang saya hadapi.

Ketika saya berada dalam keadaan ketakutan yang sangat besar karena saya akan menjalani operasi keesokan harinya, datang seorang suster yang terlihat begitu anggun dan bersahaja mengatakan bahwa Yesus sendiri akan datang menjamah saya. Entah mengapa, hati saya pun mendadak berubah tenang dan damai.

Dan keesokan harinya terjadi sebuah mujizat, saya sembuh total saudara! Dokter tak bisa menjelaskan dan saya tak perlu lagi menjalani operasi.  Kalau tak salah nametag suster itu tertulis  sebuah nama :  Maria. “

——–

Di belahan daerah lain, seorang Profesor Filsafat Indonesia lulusan Jerman menyaksikan sebuah peristiwa di TV. Kerusuhan. Kerusuhan di mana pasukan-pasukan bersorban putih sambil meneriakkan nama Tuhannya menghancurkan lapak-lapak yang mereka anggap sarang maksiat. Kerusuhan di mana para jemaat yang mengamuk, menjerit-jerit, dan saling dorong-dorongan dengan polisi ketika rumah ibadahnya akan ditutup, padahal memang sebenarnya mereka tak mengantongi izin pembangunan rumah ibadah.

Sang Profesor tersenyum lebar. Bergumam sendiri, ia berkata, “Hai Tuhan, bila memang Kau ada, inikah yang Kau mau? Berbagai macam agama yang berujung pada konflik inikah yang Kau inginkan? Atau sebenarnya hanya manusia saja yang mengkotak-kotakkan diri mereka dengan menciptakan agama? Kau itu Esa Tuhan. Kau datang pada tiap hati dan melakukan mujizat-Mu di sana, tanpa memandang agama mereka.

Ya benar! Kau hadir di tiap agama, dan itu berarti agama bukanlah satu-satunya kebenaran, namun Engkaulah Tuhan Sang Kebenaran itu sendiri. Tak ada yang bisa mengerti, aku pun tidak. Bila Kau memang Maha segalanya dan bisa berbuat apapun yang Kau inginkan, mengapa tidak langsung datang saja ke hati kami dan ciptakan perdamaian secara langsung. Kenapa harus Kau biarkan kejahatan datang kepada kami? Kau ingin sebuah kedamaian, namun Kau membiarkan kejahatan datang. Apa mau-Mu? Apakah kami ini hanya dijadikan permainan dari kekuasaan-Mu?

Kau tarik hati sahabatku yang beragama A untuk pindah ke agama B. Di sisi lain Kau tarik sahabatku yang berada di agama B untuk menjadi agama A melalui berbagai hal ajaib-Mu. Itukah Tuhan yang kalian banggakan, wahai sahabatku?

Ya. Aku tak perlu mempercayai keexistan-Mu! Berbuat hal baik bagi dunia, itu sudah cukup bagi kami manusia. Biarlah mereka yang beragama bertengkar untuk sesuatu yang tidak ada.”

———

Suatu saat di sebuah tempat yang sebenarnya tak mengenal ruang dan waktu sehingga sebenarnya tak bisa dikatakan “suatu saat” dan juga “sebuah tempat”.

Sesosok yang sulit dideskripsikan, bahkan mungkin Dia sebenarnya bukan sebuah sosok, ditemani dengan malaikat-malaikat-Nya bersabda dengan sebuah bahasa yang tak bisa kita sebut sebagai bahasa.

“Semua akan indah pada waktu-Nya. Manusia belum mengerti rencana-Ku dan memang itulah hakikatnya. Aku adalah Maha, di atas segala-galanya. Tak seorangpun dapat mengerti Rahasia Ilahi ini. Semakin mereka mencari tanpa iman yang kuat, semakin mereka tersesat. Oleh karena itu, gunakan imanmu dan ingatlah: Janjiku adalah Firdaus, kebahagiaan untuk kalian semua.

Berbahagialah mereka yang tidak melihat tetapi percaya dan ucapkanlah : Tunjukkan kami jalan yang lurus Ihdininas Sirotol Mustaqiim

 

Burgstr.18 , Halle, 29 Juli 2013

16:32

Advertisements

4 thoughts on “God, do you really exist?

  1. Hehe iya betul, itu karena kita meleset untuk menempatkan mana yang “what is God” (yang didominasi oleh aneka konsep) dan mana yang “who is God for me” (yang lebih bersifat personal, yang tak perlu dibantah meskipun bisa saja dikritisi…)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s