Inti di Balik Semua Hal Ternyata Sama

snow_snowflake_winter_73812_3840x2160
https://wallpaperscraft.com/download/snow_snowflake_winter_73812/3840×2160#

Suatu ketika tiga orang baik yang suka membantu orang lain ditanya mengenai keberadaaan Tuhan. Si penanya bertanya, “Apakah Tuhan itu ada?” Orang pertama yang Theis mejawab, “Tuhan itu ada.” Orang kedua yang Atheis menjawab, “Tuhan itu tidak ada.” Orang ketiga yang tidak ingin melabeli dirinya dengan konsep ataupun identitas apapun menjawab, “Saya tidak tahu apakah Tuhan itu ada atau tidak dan hal itu tidaklah sepenting itu.” Kemudian si penanya melanjutkan pertanyaannya, “Dengan didasari pada jawaban kalian yang berbeda-beda itu, apa yang sekarang hendak kalian lakukan?” Ketiganya serentak menjawab, “Saya akan terus berbuat baik untuk menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan.” Ketiganya mempunyai jawaban yang sama.

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa pertanyaan pertama tentang keberadaan Tuhan sangatlah tidak relevan. Pertanyaan-pertanyaan mengenai konsep-konsep kebenaran yang tidak mewakili Kebenaran seutuhnya hanyalah berada di permukaan. Sedangkan pertanyaan lanjutan tentang apa yang hendak dilakukan, itulah yang relevan dan langsung menuju kedalaman. Ternyata pada akhirnya semua pun mencapai ujung yang sama dan tak terbantahkan, yaitu perbuatan kasih yang mendamaikan. Continue reading “Inti di Balik Semua Hal Ternyata Sama”

Advertisements

God, do you really exist?

3977234307_3f1447afeb_b
https://c1.staticflickr.com/3/2631/3977234307_3f1447afeb_b.jpg

 

ʾašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh. wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh

Dua kalimat syahadat ini sungguh menggema di Masjid Raya Bandung. Tempat di mana orang-orang Bandung melepas penat dan sekedar berbelanja sedikit di sekitar alun-alun pusat kota itu.

“Alhamdullilah ya umat sekalian di bulan suci penuh berkah ini kita mendapat suatu anugerah dari Allah.  Johan kini sudah mualaf. Dia telah mendapat hidayah dan kembali ke jalan kebenaran Allah. Bagaimana ceritanya sehingga kamu bisa tertarik masuk Islam Johan?“ ujar Pak Ustadz Riziq kepada Johan yang baru saja ia islamkan.

“Sore itu adalah saat tarawih, saya sedang memikirkan suatu problem besar yang saya alami. Entah kenapa, ketika mendengar takbir Allahu Akbar, hati ini terasa bergetar. Saya mendadak ingin meneriakkan kalimat suci itu. Karena tak kuasa menahannya, saya pun dengan lantang meneriakkan kalimat itu di depan tetangga-tetangga saya yang muslim. Dan seketika masalah saya tak terasa sebagai beban lagi. Saya pun merasakan benar kebesaran Allah. Continue reading “God, do you really exist?”

Kesadaran Untuk Menyetubuhi Tuhan

nature_bond-wide
http://www.hdwallpapers.in/walls/nature_bond-wide.jpg

Di Indonesia kita dipaksa untuk “memeluk” sebuah agama resmi. Padahal hidup merupakan sebuah proses tanpa henti. Tidak ada ujung dalam pencarian Kebenaran atau Tuhan atau Spiritualitas Inti. Perubahan pola pikir mewarnai selalu. Satu yang ingin dicapai, yaitu Kebahagiaan dan Kedamaian Sejati.

Saat kita tidak lagi hanya sekedar sibuk di permukaan dengan “memeluk” agama, namun masuk lebih dalam lagi dengan “menyetubuhi” Tuhan, di situlah kita paham bahwa inti dari semuanya adalah persatuan mistik dalam Tuhan. Persetubuhan dengan Tuhan yang berarti persatuan mistik dalam Tuhan ini termanifestasi dalam tindakan kasih.

Mulai dari Permukaan dan perlahan masuk ke Kedalaman

Persatuan mistik dalam Tuhan sebenarnya tidak mungkin bisa didefinisikan. Pendeskripsian akan apa itu Tuhan sering mengaburkan kita untuk menyelami dan mengalami pengalaman langsung bersamaNya. Continue reading “Kesadaran Untuk Menyetubuhi Tuhan”